Langsung ke konten utama

Awas! Gosok Gigi Sesudah Makan Berbahaya

Banyak sekali orang yang menganggap gosok gigi itu sangat baik untuk perawatan gigi sehingga sebagian dari mereka selalu menggosok gigi mereka sesaat setelah makan. Tapi, Taukah anda bahwa menggosok gigi sesudah makan akan menjadikan kerapuhan pada gigi.

Menurut dr Nigel Carter, Kepada British Dental Health Foundatio, jikalau anda menggosok gigi dua kali sehari selama 2 menit, maka anda tidak pelu menggosok gigi anda lagi. Dan ketika setelah makan, gula akan bereaksi dengan plak untuk membuat asam yang melembutkan enamel gigi, sehingga pribadi menyikat gigi bahwasanya lebih berbahaya. Dan ketika setelah makan, kondisi gigi anda akan mudah rusak ketika disikat.

Jadi, ada satu solusi yang dapat anda lakukan yaitu, menggosok gigi anda 30  menit setelah makan walaupun telah disebutkan menggosok gigi dua kali sehari yaitu cukup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awas ! Timbunan Lemak di Pinggang Berbahaya

Pola makan yang tidak sehat, terlalu berlebihan, atau terlalu banyak mengkonsumsi zat-zat ancaman memang akan mengundang banyak masalah. Salah satu problem yang biasa diabaikan oleh sebagian orang ialah timbunan lemak di kawasan pinggang. Memang tampakknya biasa tapi, ada suatu hal yang sedang menanti bila tidak ada tindakan lebih lanjut. Ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa orang yang yang mempunyai berat normal dan timbunan lemak di kawasan pinggang punya resiko hampir 3 kali lipat dari pada yang tidak tidak memiliki timbunan lemak di pinggang. Pernyataan ini berangkat dari sebuah penelitian yang dilakukan olah para peneliti di Amerika yang melibatkan lebih dari 12000 laki-laki dan perempuan. Dan balasannya di dapat kesimpulan ibarat di atas. (Kompas.Health.com) Kemudian, Apa yang harus dilakukan. Yang pertama, Perbaiki contoh makan. Nah, inilah yang perlu diperhatikan. Kebanyakan problem kesehatan itu muncul dari contoh makan. bagaiaman contoh makan yang baik. Pola ma...

4 Cara Orang Berpikir

Sebenarnya ada 4 macam orang yang ada di muka bumi ini bila diklasifikasikan berdasarkan bagaimana beliau mengambil kesimpulan dan bagaimana beliau mengumpulkan data. Klasifikasi ini dapat menentukan seberapa kreatif otak kita dalam menyelesaikan masalah. 1. Orang yang pertama ialah orang yang tidak terlalu banyak mengumpulkan data, dan dengan data itu beliau bisa untuk membuat sebuah kesimpulan yang benar. Mungkinkah demikian. Bisa saja, orang-orang yang menyerupai ini menggunakan intuisinya. Mereka bisa melihat problem dari banyak sudut pandang. 2. Orang yang kedua ialah orang yang banyak mengumpulkan data dan memang sangat membutuhkan data yang lengkap sebelum beliau mengambil keputusan. Dan kesimpulan yang beliau ambil ialah kesmipulan yang benar. Nah, yang satu ini, mungkin ada banyak disekitar kita. 3. Orang yang ketiga ialah orang yang tidak membutuhkan terlalu banyak data untuk mengambil kesimpulan. Tapi, Kebanyakan kesimpulan yang beliau ambil itu ialah salah. 4. Sed...

6 Macam penyakit mata yang tidak menular

Kawan, pada posting sebelumnya kita sudah mengenal macam-macam penyakit mata yang menular . Dalam posting tersebut ada dua macam penyakit mata yang menular yaitu, konjungtivitis dan trakoma. Di dalam postingan tersebut, kami juga menyertakan cara penanganan dan pencegahannya. sumber gambar : kabarnesia.com Pada kesempatan kali ini, saya sangat ingin mengembangkan kepada anda semua wacana macam-macam penyakit mata yang tidak menular. Penyakit mata ini yaitu penyakit yang disebabkan alergi dan turunan. Pada tempo yang lalu, kami juga sempat mempublikasikan artikel wacana macam-macam penyakit mata turunan . Di dalam artikel wacana macam-macam penyakit mata turunan, disebutkan beberapa penyakit ibarat katarak, glaukoma, retinoblastoma dan ptosis. Dan pada kesempatan kali ini, kami hanya akan menuliskan penyakit yang tidak menular selain penyakit turunan yang telah disebutkan sebelumnya. Yaitu, penyakit-penyakit yang disebabkan oleh alergi. Di antara penyakit ini, ada beberapa yan...